, yang secara internasional dikenal sebagai Tom-Yum-Goong , tetap menjadi salah satu mahakarya film bela diri paling ikonik dari Thailand. Dibintangi oleh legenda aksi Tony Jaa , film ini tidak hanya menawarkan pertarungan brutal yang memacu adrenalin, tetapi juga membawa misi budaya yang mendalam tentang hubungan manusia dengan gajah. Sinopsis Cerita: Perjalanan Menuju Sydney demi Kehormatan
Kham (Tony Jaa) adalah seorang petinju Muay Thai yang menjaga gajah putih suci milik keluarganya. Ketika gajah itu diculik oleh sindikat penyelundup hewan di Sydney, Kham berangkat ke Australia sendirian. Satu lawan satu, puluhan vs satu, bahkan satu vs sepeda motor—tidak ada yang bisa menghentikannya.
Genre: Action / Martial Arts / Thriller
– Film ini hampir tidak punya “adegan diam.” Setelah 15 menit pertama, Anda akan disuguhi rangkaian pertarungan yang luar biasa. Tony Jaa tidak menggunakan kabel atau stunt ganda. Semua pukulan, tendangan, dan patahan tulang terasa real .
The movie follows Kham, a young man who lives in a rural village in Thailand with his pet elephant, Boonting. After a group of ruthless poachers steals Boonting, Kham sets out on a perilous journey to rescue his beloved companion. Along the way, he teams up with a group of unlikely allies, including a beautiful and feisty woman named Aum (played by Petchtai Wongkamlao). The Protector 2005 Sub Indo
Cerita berfokus pada (diperankan oleh Tony Jaa), seorang peternak gajah dari Provinsi Nakhon Phanom, Thailand. Ia dibesarkan bersama gajah putih kesayangannya, bernama Korn . Gajah putih ini bukan sekadar hewan peliharaan; secara budaya dan spiritual, gajah putih dianggap suci dan merupakan simbol kemakmuran kerajaan Thailand.
– Adegan naik tangga spiral restoran setinggi 4 lantai dalam satu take panjang tanpa potongan adalah salah satu adegan laga terbaik dalam sejarah sinema. Jaa melawan puluhan lawan, naik ke setiap lantai, dan rasanya seperti Anda ikut bertarung. , yang secara internasional dikenal sebagai Tom-Yum-Goong ,
Moreover, the movie highlights the importance of conservation and wildlife protection. The film's portrayal of the brutal treatment of elephants by poachers raises awareness about the urgent need to protect these majestic creatures and their habitats.
Tim produksi menggunakan suara patahan tulang real (dari sayap ayam dan batang seledri) yang di-Foley. Tony Jaa belajar kaligrafi Cina untuk menguasai ritme gerakan. Bahkan, dalam adegan kejar-kejaran di pasar, Tony Jaa benar-benar melompati mobil yang sedang melaju. Ketika gajah itu diculik oleh sindikat penyelundup hewan
Ini adalah daya tarik utama film ini. Sutradara dan sinematografer Nattawut Kittikhun menciptakan adegan long take setinggi empat lantai restoran yang berlangsung selama 3 menit 45 detik (dan versi uncut mencapai 4 menit). Tony Jaa dipasang kabel harness khusus, dan kamera bergerak mengikutinya dari lantai dasar ke lantai paling atas. Dalam sekali pengambilan gambar, Tony Jaa harus melawan lebih dari 50 figuran aktor sungguhan tanpa kesalahan. Tidak ada CGI, tidak ada potongan kamera. Itulah kenapa lutut dan sikunya terasa sangat realistis.