Khutbah Jumat Jawi Patani ^hot^ Page

Banyak istilah teologi dan tasawuf sukar diterjemahkan ke dalam bahasa Thai tanpa kehilangan nuansa maknanya. Jawi memberikan ruang bagi istilah asli Arab-Melayu kekal terpelihara.

Adakah anda sedang mencari atau ingin tahu lebih lanjut mengenai cara memuat turun naskah khutbah Jawi dari Selatan Thailand?

Meskipun banyak naskah tertulis, khutbah di desa-desa Patani sangat bergantung pada tradisi lisan ( oral tradition ). Seorang Khatib biasanya menghafal teks khutbah atau mengembangkannya berdasarkan pemahaman kitab kuning yang mereka pelajari di pondok pesantren. Hal ini menjadikan setiap khutbah memiliki "rasa" yang berbeda, tergantung pada keilmuan dan gaya bahasa sang Khatib. khutbah jumat jawi patani

Di era ketika bahasa Thai, Inggris, dan Arab mendominasi, khutbah Jawi menjadi oase linguistik yang mengingatkan orang Patani akan akar Melayu-Islam mereka.

The Provincial Islamic Committee of Pattani is the official body that regularly publishes weekly Friday sermon files. They often provide these in PDF format, featuring the Jawi script alongside Thai translations to serve the local community. LearnBig Platform: Offers educational resources including authorized Khutbah Jumaat books Banyak istilah teologi dan tasawuf sukar diterjemahkan ke

Seperti khutbah Jumat pada umumnya, khutbah Jawi Patani terdiri dari dua bagian:

(We live here in Patani. This land is not a foreign land. This is a land of struggle. Not a struggle with swords alone, but a struggle with patience. Each drop of rubber you tap, Pak Mat, is a prayer. Each fish you net, Wak Ngah, is a reward. We do not live to fight men. We live to fight our own desires.) Meskipun banyak naskah tertulis, khutbah di desa-desa Patani

“Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, wassolatu wassalamu ‘ala asyrofil anbiya’i wal mursalin, sayyidina Muhammadin, wa ‘ala alihi wasohbihi ajma’in. Amma ba’du. Fayya ayyuhannas, ittaqullaha haqqa tuqatihi, wa la tamutunna illa wa antum muslimun. Wahai sekalian manusia, bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam. Ayuhae awrang-awrang Patani, ingatlah nikmat Allah yang telah memberek angkau sekalian dengon iman dan Islam, dengon bahasa Melayu dan aksara Jawi, dengon ulama-ulama yang berilmu amalan..."